Virus Hanta Serang Kapal MV Hondius Tiga Penumpang Meninggal

Virus Hanta Serang Kapal MV Hondius Tiga Penumpang Meninggal

Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus hanta pada Kamis (7/5/2026). Kapal yang mengangkut sekitar 150 penumpang tersebut kini telah diizinkan untuk menepi ke wilayah Spanyol guna penanganan lebih lanjut.

Sedikitnya lima orang lainnya diduga kuat telah terjangkit virus serupa di atas kapal tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Para ahli medis kini tengah mendalami potensi penularan virus dari manusia ke manusia di ruang tertutup kapal.

Dokter dan mantan ahli bedah Angkatan Udara Amerika Serikat, Zaid Fadul, menjelaskan bahwa virus hanta biasanya menyebar lewat kotoran atau air liur tikus. Namun, ia memperingatkan adanya varian virus Andes yang memiliki kemampuan menular langsung antarmanusia.

"Itu cara penilaran yang paling umum," jelas Zaid Fadul.

Kekhawatiran muncul karena lingkungan kapal pesiar memiliki intensitas kontak yang sangat dekat di antara para pengunjungnya. Hal ini membuat risiko penyebaran penyakit menjadi lebih tinggi dibandingkan area terbuka lainnya.

"Itulah alasan mengapa semua orang merasa sangat takut," tambah Zaid Fadul.

Zaid menekankan bahwa langkah pencegahan yang ketat melalui protokol kebersihan menjadi kunci utama untuk meredam kecemasan penumpang. Ia menyarankan penggunaan masker dan menjaga jarak fisik di area publik kapal.

"Pencegahan adalah kuncinya. Menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, dan memakai masker saat berada di sekitar orang lain dapat secara signifikan mengurangi risiko," terang Zaid Fadul.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan perhatian serius terhadap situasi di MV Hondius. Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menilai teori penularan antarmanusia sangat mungkin terjadi.

"Kami meyakini mungkin ada beberapa penularan antarmanusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat," ungkap Maria Van Kerkhove.

Peneliti virus dari Pirbright Institute, Giulia Gallo, menuntut adanya penyelidikan menyeluruh terhadap riwayat perjalanan seluruh penumpang. Langkah ini diperlukan untuk memetakan titik awal munculnya infeksi di dalam kapal.

"Perlu untuk mengidentifikasi sumber infeksi di kapal dan melacak kembali perjalanan para pasien," tegas Giulia Gallo.

Artikel terkait

Rekomendasi