VKTR Catat Lonjakan Laba Usaha 823 Persen Kuartal Pertama 2026

VKTR Catat Lonjakan Laba Usaha 823 Persen Kuartal Pertama 2026

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membukukan lonjakan laba usaha sebesar 823 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal pertama tahun 2026, Rabu (27/5/2026). Capaian emiten kendaraan listrik komersial tersebut ditopang oleh efisiensi operasional yang menjaga beban usaha tetap stabil di tengah kenaikan tarif energi dan dinamika geopolitik global, dilansir dari Detik Finance.

Perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 58 persen yoy karena tingginya permintaan pasar terhadap armada rendah emisi di segmen kendaraan listrik komersial. Pertumbuhan positif yang relatif terbatas juga dialami oleh segmen manufaktur suku cadang seiring pulihnya industri otomotif nasional, sehingga mendorong laba bersih perseroan tumbuh 98 persen yoy.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A Ardiansyah Bakrie menjelaskan bahwa kemampuan perusahaan meraih pertumbuhan positif membuktikan proses transformasi menuju kendaraan listrik komersial di Indonesia terus berjalan serta semakin diterima oleh pasar nasional.

"Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun pondasi bisnis yang kuat melalui penguatan ekosistem TKDN, kesiapan kapasitas produksi, perluasan portofolio produk, serta pelayanan purna jual yang komprehensif guna menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar A Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.

Kondisi neraca keuangan perseroan pada akhir kuartal pertama 2026 terpantau stabil dengan kenaikan total aset sebesar 2 persen year to date (ytd), liabilitas naik 5 persen ytd, dan ekuitas meningkat 1 persen ytd. Kinerja keuangan ini memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi fase komersialisasi yang lebih matang di tengah tantangan industri.

VKTR tercatat telah merampungkan pengiriman 30 unit bus listrik berukuran 12 meter kepada operator TransJakarta sepanjang kuartal pertama 2026. Penambahan tersebut membuat total pasokan bus listrik dari VKTR untuk armada TransJakarta mencapai 152 unit, atau berkontribusi sekitar 30 persen dari keseluruhan total armada yang berjumlah 500 unit.

Hingga saat ini, perseroan menjadi satu-satunya pemasok armada bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dengan pemenuhan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Spesifikasi tersebut memungkinkan perseroan menyediakan layanan purna jual yang terintegrasi melalui skema Full Maintenance Contract (FMC) demi optimalisasi operasional jangka panjang.

Pengembangan ekosistem produksi berbasis TKDN terus diperkuat oleh perusahaan demi meningkatkan lokalisasi komponen dan daya saing produk lini bus 12 meter serta 8 meter. Langkah penguatan roadmap industrialisasi kendaraan listrik ini didukung oleh peresmian fasilitas perakitan VKTR Sakti Industries di Magelang oleh Presiden Republik Indonesia pada 9 April 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi