Wabah Andes Hantavirus Melanda Kapal Pesiar MV Hondius Tiga Orang Tewas

Wabah Andes Hantavirus Melanda Kapal Pesiar MV Hondius Tiga Orang Tewas

Wabah Andes hantavirus yang melanda kapal pesiar MV Hondius menyebabkan tiga orang penumpang meninggal dunia hingga Jumat, 8 Mei 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau ketat situasi tersebut karena adanya potensi penularan antarmanusia yang langka pada strain virus tertentu.

Pemerintah Kepulauan Canary, Spanyol, secara resmi melarang kapal MV Hondius untuk bersandar di pelabuhan Tenerife guna mencegah penyebaran lebih luas. Penumpang yang berada di atas kapal rencananya akan langsung dievakuasi menuju bandara dengan pengawasan kesehatan yang sangat ketat menurut laporan Antara.

Hantavirus merupakan keluarga besar virus yang terdiri dari lebih dari 20 spesies berbeda dan umumnya ditularkan melalui hewan pengerat. Namun, strain Andes yang teridentifikasi dalam wabah ini memiliki karakteristik unik karena dapat menyebar melalui kontak dekat antarmanusia dilansir dari BBC.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi virus ini ditemukan pada seorang pria Inggris yang kini dirawat di Johannesburg dan seorang wanita Belanda yang telah meninggal dunia. Kasus bermula dari pasangan suami istri asal Belanda yang sempat melakukan perjalanan ke Amerika Selatan pada awal April 2024 sebelum naik ke kapal.

Dr Gustavo Palacios, ahli mikrobiologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai strain Andes masih sangat terbatas dalam sejarah medis dunia.

"Pengalaman menangani virus ini sangat terbatas," kata Palacios.

Ia menambahkan bahwa sepanjang sejarah diperkirakan hanya terdapat kurang dari 300 kasus penularan virus Andes dari manusia ke manusia dari total 3.000 kasus secara keseluruhan.

"Mungkin kita memiliki kurang dari,saya tidak tahu pasti, saya hanya memberikan angka perkiraan, 300 kasus penularan virus Andes dari manusia ke manusia sepanjang sejarah," tambah Palacios.

Investigasi pada wabah sebelumnya di Epuyen menunjukkan bahwa tingkat penularan tertinggi terjadi tepat pada hari penderita mulai mengalami demam. Meskipun masa penularan tergolong singkat, virus ini dapat berpindah dengan mudah melalui kontak jarak dekat dalam durasi yang minim.

WHO menduga penyebaran di atas kapal pesiar terjadi akibat kombinasi kontak fisik antarmanusia yang intens serta kemungkinan paparan hewan pengerat di habitat liar. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya isolasi pasien, pelacakan kontak erat, dan praktik kebersihan tangan yang rutin untuk menghentikan transmisi penyakit tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi