Wabah Hantavirus Serang Kapal MV Hondius Tiga Penumpang Meninggal

Wabah Hantavirus Serang Kapal MV Hondius Tiga Penumpang Meninggal

Sebanyak tiga orang penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia akibat wabah yang diduga kuat sebagai Hantavirus saat melintasi Samudra Atlantik. Insiden medis serius ini memicu pemantauan ketat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap kapal yang membawa 149 orang tersebut.

Dilansir dari Detik Health, kapal yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions itu saat ini berada di lepas pantai Tanjung Verde. Selain korban jiwa, seorang warga negara Inggris berusia 69 tahun terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut dan kini dalam kondisi kritis di Johannesburg, Afrika Selatan.

Peristiwa tragis ini bermula pada 11 April 2024 ketika seorang pria asal Belanda mengalami gejala demam, sakit kepala, dan gangguan pencernaan sebelum akhirnya meninggal di atas kapal. Jenazah korban baru dapat diturunkan saat kapal bersandar di St. Helena pada 24 April 2024.

Istri dari pria tersebut juga dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan pulang setelah sempat turun di St. Helena. Sementara itu, korban meninggal ketiga merupakan warga negara Jerman yang mengembuskan napas terakhir di atas kapal pada hari Sabtu lalu.

Situasi di dalam kapal digambarkan sangat mencekam oleh para penumpang yang masih tertahan di tengah ketidakpastian evakuasi dan pemeriksaan kesehatan. Koordinasi antarnegara terus dilakukan untuk menangani dampak penyebaran virus di lingkungan kapal pesiar tersebut.

"Kami bukan sekadar judul berita, kami adalah manusia," ungkap seorang vlogger perjalanan, yang berada di atas kapal.

Laporan medis terkini menunjukkan dua anggota kru berkebangsaan Inggris dan Belanda juga mengalami gejala pernapasan akut yang membutuhkan penanganan medis segera. Rencananya, kedua kru tersebut akan dievakuasi menuju Belanda untuk mendapatkan perawatan intensif.

WHO kini memfasilitasi koordinasi lintas negara untuk proses evakuasi medis dan melakukan penilaian risiko kesehatan publik menyeluruh. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru yang masih berada di atas MV Hondius.

Artikel terkait

Rekomendasi