Tiga Orang Meninggal Akibat Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Mewah

Tiga Orang Meninggal Akibat Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Mewah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi tiga orang meninggal dunia akibat wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar mewah yang tertahan di lepas pantai Afrika Barat pada Senin, 3 Mei 2026. Kapal yang berlayar di Samudra Atlantik tersebut membawa mayoritas penumpang asal Inggris, Amerika, dan Spanyol.

Selain korban jiwa, WHO juga menemukan lima kasus suspek hantavirus dan sedang melakukan investigasi mendalam melalui pengujian sampel di laboratorium. Penyakit ini merupakan kelompok virus zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, melalui urine, feses, dan air liur yang terinfeksi.

Hantavirus umumnya menyebar saat manusia menghirup partikel debu terkontaminasi di area tertutup. Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, infeksi ini terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.

Gejala awal HPS meliputi kelelahan, demam, dan nyeri otot, yang kemudian berkembang menjadi sesak napas akut dengan tingkat kematian mencapai 38 persen. Sementara itu, gejala HFRS muncul secara mendadak berupa sakit kepala hebat, nyeri punggung, hingga gagal ginjal akut dengan tingkat fatalitas bervariasi antara 1 hingga 15 persen tergantung jenis virusnya.

Hingga saat ini belum ditemukan obat spesifik untuk menyembuhkan infeksi hantavirus, sehingga pasien hanya menerima perawatan suportif intensif. Pencegahan utama dilakukan dengan membatasi kontak dengan tikus, menyimpan makanan dalam wadah rapat, serta menggunakan pelindung saat membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang hewan pengerat tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi