Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan menyebabkan lebih dari 100 penumpang harus menjalani isolasi ketat saat kapal tersebut bersandar di Cape Verde. Seorang dokter kru berkebangsaan Inggris juga dilaporkan jatuh sakit akibat diduga terpapar virus tersebut.
Kondisi medis darurat dialami oleh dokter kapal yang telah merawat penumpang siang dan malam. Dilansir dari Detik Health, tenaga medis muda tersebut diduga telah menunjukkan gejala infeksi sejak Kamis lalu dan kini memerlukan evakuasi medis segera menggunakan pesawat rumah sakit menuju Kepulauan Canary.
Pejabat berwenang saat ini tengah mengidentifikasi penumpang yang memerlukan prioritas evakuasi dari Cape Verde. Berdasarkan data operator Oceanwide Expedition, tercatat sebanyak 149 orang masih tertahan di atas kapal untuk menjalani prosedur pencegahan penyebaran virus secara ketat.
Rencana perjalanan selanjutnya akan diarahkan menuju Kepulauan Canary dengan perkiraan waktu tempuh selama tiga hingga empat hari. Pihak operator mempertimbangkan pelabuhan di Gran Canaria atau Tenerife sebagai lokasi pendaratan penumpang dan kru yang tersisa.
"Kepulauan Canaria adalah lokasi terdekat dengan kemampuan yang dibutuhkan. Spanyol memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, di antaranya terdapat beberapa warga negara Spanyol," kata pernyataan resmi pihak operator.
Seluruh individu di MV Hondius akan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh dan perawatan lanjutan setibanya di wilayah Spanyol tersebut sebelum diizinkan pulang. Pemerintah setempat telah menyiapkan ruang isolasi serta armada transportasi khusus untuk menangani interaksi dengan kru maupun penumpang kapal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa meskipun Hantavirus umumnya menular melalui hewan pengerat, penyebaran antarmanusia tetap memungkinkan terjadi dalam kondisi kontak yang sangat dekat di ruang terbatas. Kapal MV Hondius saat ini tetap berada dalam pengawasan otoritas kesehatan internasional.