Wabah Virus Hanta Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik

Wabah Virus Hanta Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik

Sebanyak 147 penumpang dan kru kapal pesiar MV Hondius kini terjebak dalam isolasi ketat di lepas pantai Tanjung Verde setelah wabah virus Hanta menewaskan tiga orang. Kasus yang dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2 Mei 2026 ini memicu kekhawatiran global karena potensi fatalitas patogen yang biasanya berasal dari hewan pengerat tersebut.

Hingga 4 Mei, otoritas kesehatan mengonfirmasi tujuh kasus yang terdiri dari dua kasus positif laboratorium dan lima kasus suspek. Korban jiwa meliputi pasangan suami istri asal Belanda serta seorang warga negara Jerman, sementara seorang pria asal Inggris kini berada dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif rumah sakit Afrika Selatan.

Gejala awal mulai terdeteksi antara 6 hingga 28 April 2026 berupa demam, gangguan pencernaan, hingga sesak napas akut. Salah satu penumpang mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai ketidakpastian situasi di atas kapal melalui rekaman video yang beredar di media sosial.

"Kami bukan sekadar cerita, kami bukan sekadar judul berita, kami adalah manusia yang memiliki keluarga, memiliki kehidupan, dan ada orang-orang yang menunggu kami di rumah," ungkap penumpang tersebut.

Keluhan utama para penumpang adalah minimnya informasi mengenai waktu kepulangan dan keamanan prosedur kesehatan selama berada di perairan internasional.

"Ada banyak ketidakpastian, dan itulah bagian yang paling sulit. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, mendapatkan kejelasan, dan pulang ke rumah," tambahnya.

Pakar medis dari WHO dan National Institute for Public Health (RIVM) Belanda menduga virus ini berkaitan dengan perjalanan kapal yang dimulai dari Argentina. Profesor Daniel Bausch dari Geneva Graduate Institute menyoroti kemungkinan varian Virus Andes yang dapat menular antarmanusia.

"Sangat signifikan bahwa kapal pesiar ini memulai perjalanannya di Argentina," ujar Daniel Bausch.

Bausch menambahkan bahwa meskipun situasi ini serius, risiko wabah berkembang menjadi pandemi global masih dinilai rendah oleh para ahli epidemiologi.

"Investigasi lanjutan masih berlangsung. Wabah ini ditangani melalui respons internasional terkoordinasi, termasuk investigasi mendalam, isolasi dan perawatan pasien, evakuasi medis, serta pemeriksaan laboratorium," sorot WHO dalam keterangan resminya.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, memastikan bahwa penanganan medis terhadap pasien kritis asal Inggris dilakukan dengan protokol suportif karena belum adanya obat khusus untuk hantavirus.

"Pasien sedang ditangani. Seperti virus lainnya, hantavirus tidak memiliki pengobatan khusus, sehingga yang diberikan adalah perawatan suportif dan penanganan gejala," kata Aaron Motsoaledi.

Tim medis akan terus memantau setiap individu yang melakukan kontak erat dengan pasien untuk mencegah penyebaran lebih luas di daratan.

Otoritas Tanjung Verde melalui Presiden Institut Kesehatan Masyarakat, Maria Da Luz, tetap melarang kapal bersandar demi melindungi warga setempat. Di sisi lain, operator kapal Oceanwide Expeditions tengah mempertimbangkan rute evakuasi menuju Las Palmas atau Tenerife di Kepulauan Canary untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Artikel terkait

Rekomendasi