PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group secara resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) untuk mengambil alih saham PT Sari Murni Abadi atau Momogi Group. Langkah strategis ini menandai ekspansi besar perseroan di industri makanan ringan.
Dilansir dari Money, Win&Co Group berencana menguasai hingga 99,99 persen kepemilikan saham Momogi Group. Transaksi ini akan diselesaikan setelah seluruh kondisi prasyarat yang ditetapkan dalam perjanjian terpenuhi oleh kedua belah pihak.
Momogi Group dikenal sebagai pemegang penghargaan top brand selama 17 tahun berturut-turut di Indonesia. Perusahaan ini juga telah memperluas jangkauannya ke Vietnam melalui integrasi dengan Bibica Corporation yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade.
Saat ini, infrastruktur produksi Momogi Group didukung oleh dua fasilitas manufaktur yang berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Selain itu, terdapat dua pabrik tambahan di Vietnam yang dioperasikan melalui Bibica Corporation.
Keputusan akuisisi didasari oleh potensi sinergi portofolio produk serta luasnya jaringan distribusi internasional Momogi Group. Hal ini mencakup akses ke sejumlah negara berkembang dengan pertumbuhan konsumsi tinggi di wilayah Asia, Timur Tengah, hingga Afrika.
Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario menjelaskan bahwa aksi korporasi ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan di masa depan melalui penguatan struktur bisnis.
"Kami melihat adanya potensi sinergi yang besar dari sisi pengembangan produk, distribusi, hingga perluasan pasar. Melalui transaksi ini, Win&Co Group juga akan memperluas bisnis perseroan menjadi food and ingredients dengan akses ke dua pasar dengan pertumbuhan konsumsi tercepat di Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Vietnam," ujar Sugianto.Sugianto menambahkan bahwa prospek industri makanan dan minuman di kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun mendatang.
Merujuk pada data Statista, sektor makanan ringan di Asia Tenggara diprediksi tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 6 hingga 8 persen sampai tahun 2030. Pertumbuhan ini dipicu oleh meningkatnya populasi kelas menengah dan urbanisasi.
Integrasi dengan Bibica Corporation memberikan entitas gabungan ini pangsa pasar yang signifikan di dua negara utama. Perusahaan kini memiliki akses ke lebih dari 270 juta konsumen di Indonesia dan sekitar 100 juta konsumen di Vietnam.
Sinergi antara Win&Co Group, Momogi Group, dan Bibica Corporation diharapkan dapat membuka peluang luas. Fokus utama mencakup inovasi pengembangan produk baru serta perluasan jaringan distribusi di tingkat regional.
Direktur Momogi Group, Servin Njoo menilai kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur bisnis untuk menjangkau pasar domestik dan internasional secara lebih efektif.
"Kami melihat kolaborasi dengan Win&Co Group sebagai peluang untuk menciptakan nilai tambah melalui sinergi portofolio dan kapabilitas yang saling melengkapi. Dengan bergabungnya kekuatan brand dan jaringan yang dimiliki masing-masing pihak, kami optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan ke depan," ujar Servin.Proses integrasi ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan nilai perusahaan melalui efisiensi operasional. Hal tersebut mencakup optimalisasi rantai pasok mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga logistik distribusi.
Rencana bergabungnya Momogi Group mempertegas arah transformasi bisnis Win&Co Group. Perusahaan yang sebelumnya fokus pada segmen kakao dan cokelat premium kini beralih menjadi grup usaha consumer business di sektor Food and Ingredients serta FMCG.
Diversifikasi usaha terus didorong ke berbagai kategori produk non-cokelat. Ini mencakup pengembangan produk consumer goods seperti makanan ringan, biskuit, wafer, serta berbagai jenis konfeksioneri atau makanan manis lainnya.