PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menetapkan target penjualan sebesar Rp66 miliar dan laba bersih Rp660 juta pada tahun 2026. Strategi ini diambil di tengah kondisi perseroan yang masih mengalami kerugian pada awal tahun, sebagaimana dilansir dari Suara pada Jumat (5/6/2026).
Kinerja keuangan emiten pangan tersebut mencatat rugi bersih senilai Rp645 juta hingga kuartal I-2026. Selain itu, pada periode yang sama, perseroan baru membukukan total penjualan sebesar Rp8,65 miliar dengan jumlah aset mencapai Rp67,24 miliar dan ekuitas sebesar Rp55,80 miliar.
Manajemen perusahaan merespons tantangan industri perberasan nasional dengan menyiapkan langkah penguatan pasokan bahan baku dari para mitra penyuplai. Langkah strategis lainnya meliputi peningkatan penetrasi penjualan beras premium serta medium, inovasi produk beras sehat, hingga penjajakan diversifikasi usaha ke sektor pangan non-beras.
Komisaris Independen NASI, Toni Yoyo, menjelaskan bahwa perusahaan fokus memprioritaskan perluasan jangkauan pasar ke beberapa sektor strategis sekaligus mempertahankan saluran distribusi yang sudah berjalan.
“Perseroan berfokus memperluas basis pelanggan dengan melakukan ekspansi ke segmen General Trade dan sektor horeka yang mencakup hotel, restoran, dan kafe. Kami juga menargetkan peningkatan penetrasi di pasar modern yang selama ini menjadi salah satu kanal distribusi utama,” ujar Toni Yoyo, Komisaris Independen NASI.
Pihak manajemen juga mendorong perbaikan profitabilitas melalui efisiensi jalur operasional dan produksi, peningkatan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG, serta penguatan kualitas sumber daya manusia demi meningkatkan daya saing perseroan.