Warga Prancis Alami Gejala Virus Hanta Saat Proses Repatriasi

Warga Prancis Alami Gejala Virus Hanta Saat Proses Repatriasi

Seorang warga negara Prancis menunjukkan gejala terjangkit virus hanta saat menjalani proses repatriasi menggunakan pesawat sewa dari Tenerife menuju Paris pada Senin, 11 Mei 2026. Temuan ini memicu otoritas kesehatan untuk segera menempatkan seluruh penumpang dalam penerbangan tersebut ke fasilitas isolasi ketat.

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengonfirmasi bahwa warga tersebut mulai merasakan gejala di tengah perjalanan udara. Kapal MV Hondius yang mereka tumpangi sebelumnya telah mencatatkan tiga kematian penumpang, dengan dua di antaranya terbukti positif terinfeksi virus hanta.

"immediately placed in strict isolation until further notice" ujar Sébastien Lecornu, Perdana Menteri Prancis.

Lecornu menjelaskan bahwa kebijakan isolasi ini berlaku bagi lima orang yang dievakuasi dari kapal tersebut guna mencegah penyebaran lebih lanjut. Setelah mendarat di Bandara Le Bourget, petugas medis dengan alat pelindung diri lengkap langsung memindahkan para penumpang ke Rumah Sakit Bichat di Paris.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan bahwa para penumpang akan menjalani karantina selama 72 jam untuk penilaian medis menyeluruh. Setelah fase tersebut, mereka diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah selama 45 hari sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Sementara itu, sebanyak 14 warga Spanyol yang tiba di Madrid juga menghadapi karantina wajib di sebuah rumah sakit militer. Inggris melaporkan warga negaranya telah tiba di Manchester dalam kondisi stabil, meski tetap berada di bawah pengawasan ketat Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA).

Otoritas Amerika Serikat juga melaporkan perkembangan kesehatan warga mereka yang dievakuasi menggunakan unit biokontainer. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) mencatat satu warga AS menunjukkan gejala ringan, sementara satu lainnya terdeteksi positif rendah virus hanta galur Andes.

"travelling in the plane's biocontainment units out of an abundance of caution" kata HHS, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

Proses pemulangan penumpang lainnya terus berlanjut dengan jadwal penerbangan menuju Belanda, Australia, Irlandia, dan Turki. Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García menyebutkan bahwa dua penerbangan evakuasi terakhir dijadwalkan berangkat pada Senin sore waktu setempat.

Helen Clark, wakil ketua Panel Independen untuk Kesiapsiagaan dan Respons Pandemi (IPPR), memberikan catatan kritis terkait manajemen wabah di atas kapal pesiar. Ia menekankan perlunya koordinasi internasional yang lebih kuat dalam menghadapi patogen menular.

"Passengers disembarked and dispersed to the four winds when there had been a death of a potentially infectious pathogen on board" ujar Helen Clark, Wakil Ketua IPPR.

Clark juga menyoroti kesiapan dunia dalam menghadapi potensi pandemi berikutnya yang dinilai masih memerlukan banyak perbaikan. Ia menyebutkan bahwa dukungan pendanaan untuk negara-negara berpenghasilan rendah masih sangat terbatas guna membangun kapasitas deteksi dini dan surveilans.

"There's not yet enough financing to support lower income countries to build capacities for early detection, surveillance, response" kata Helen Clark, Wakil Ketua IPPR.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antarnegara menjadi kunci agar respons global di masa depan jauh lebih baik dibandingkan saat penanganan Covid-19.

"the direction is right if countries come together to make it possible to do far, far better than we did with Covid" ujar Helen Clark, Wakil Ketua IPPR.

Berdasarkan data perjalanan kapal, kematian pertama penumpang tercatat pada 11 April, disusul kematian kedua pada 2 Mei. MV Hondius dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Belanda setelah seluruh penumpang dan kru turun untuk proses disinfeksi total pada kapal dan barang milik korban meninggal.

Artikel terkait

Rekomendasi