Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp3,1 Triliun Kuartal I/2026

Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp3,1 Triliun Kuartal I/2026

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mencatatkan perolehan nilai kontrak baru mencapai Rp3,1 triliun sepanjang kuartal I/2026. Capaian ini dilansir dari Market bersumber dari dominasi pengerjaan berbagai proyek strategis milik pemerintah pusat di sejumlah wilayah Indonesia.

Data perseroan merincikan bahwa proyek dari pemerintah pusat memegang porsi mayoritas sebesar 60,2 persen. Sementara itu, sektor swasta berkontribusi 17,1 persen, diikuti pekerjaan dari anak usaha sebesar 13,7 persen, dan proyek pemerintah daerah sebanyak 8,9 persen.

Sektor infrastruktur konektivitas menjadi penopang utama kinerja dengan persentase 46 persen dari total kontrak. Pengerjaan infrastruktur air menyumbang 33,9 persen, sedangkan sektor pembangunan gedung tercatat sebesar 6,3 persen pada tiga bulan pertama tahun ini.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita memberikan keterangan bahwa perolehan pada awal tahun ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kesinambungan kinerja emiten konstruksi tersebut.

"Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek investasi dan berfokus pada proyek berskema monthly payment serta memiliki uang muka," ujar Ermy, Kamis (7/5/2026).

Penegasan mengenai strategi seleksi proyek ini diiringi dengan daftar pekerjaan aktif seperti penataan kawasan pasca bencana di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Utara, serta Aceh Timur. Perusahaan juga menangani pemulihan tanggap darurat di jalur Kota Bireun hingga Kota Takengon.

Selain proyek domestik, WSKT memperluas jangkauan operasional melalui pengerjaan terminal Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste. Ekspansi internasional ini merupakan kelanjutan dari tahap pengembangan yang sudah diinisiasi sejak tahun sebelumnya.

Keyakinan manajemen terhadap pertumbuhan kontrak didorong oleh peningkatan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum menjadi Rp118,5 triliun. Angka tersebut naik signifikan dari pagu indikatif awal tahun 2026 yang sebelumnya dipatok pada level Rp70,86 triliun.

"Waskita Karya juga selalu memperkuat manajemen risiko sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satunya dengan memacu penyerapan tenaga kerja lokal di setiap lokasi proyek," tutur Ermy.

Artikel terkait

Rekomendasi