Perusahaan penerbangan privat Wheels Up berhasil menggandakan jumlah armada jet miliknya menjadi 36 unit pesawat Challenger dan Phenom 300 pada kuartal pertama 2026 sebagai bagian dari rencana transformasi bisnis. Langkah strategis ini dilakukan bersamaan dengan perolehan komitmen pendanaan baru dari Delta Air Lines dan para investor untuk memperkuat likuiditas perusahaan.
Data keuangan menunjukkan pendapatan perusahaan mencapai 168,9 juta dolar AS, mengalami penurunan sebesar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Meski demikian, rugi bersih perusahaan menyusut menjadi 83 juta dolar AS dari sebelumnya 99 juta dolar AS, sementara pemesanan kotor justru melonjak 10 persen menjadi 267,2 juta dolar AS.
"We’ve crossed the inflection point," ujar George Mattson, CEO Wheels Up kepada Corporate Jet Investor (CJI).
Mattson menjelaskan bahwa perusahaan telah berhasil melewati fase krusial dari rencana transformasi yang telah disusun sejak dua setengah tahun lalu.
"We’ve gotten to the other side of the transformation plan that we put in place two and a half years ago," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Ekspansi armada dilakukan dengan mengganti pesawat Hawker 400XP dan Citation X yang lama dengan jet yang lebih efisien. Mattson menyebutkan bahwa tingginya permintaan pasar menjadi pendorong utama percepatan pengadaan pesawat baru tersebut.
"The market led us there. We were getting very strong demand signals that people really liked what we were doing, so we had an accelerated adoption and accelerated growth of that fleet on the back of the demand," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Pengoperasian armada yang lebih modern berdampak pada peningkatan kinerja operasional, di mana tingkat penyelesaian penerbangan mencapai 98,9 persen. Mattson menekankan bahwa efisiensi biaya dapat tercapai melalui penggunaan armada yang memiliki keandalan tinggi.
"Running two scaled fleets that are highly reliable and highly efficient takes a lot of operating costs out of the business," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Terkait penurunan pendapatan, Mattson mengklarifikasi bahwa hal tersebut merupakan dampak dari pengurangan operasional pesawat lama secara bertahap, bukan karena lemahnya permintaan. Pendapatan dari armada Phenom dan Challenger justru meningkat lebih dari dua kali lipat.
"You might look at our revenue number and say: ‘down 5%, that’s not that exciting’. But what’s happening underneath is our Phenom and Challenger revenue more than doubled, and then we managed the orderly reduction in our legacy flying to basically offset that within a few percentage points," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Biaya transisi dan modernisasi armada disebut mencapai puncaknya pada kuartal pertama tahun ini. Namun, manajemen optimistis bahwa margin kontribusi bisnis yang mendasari sebenarnya menunjukkan performa yang lebih baik daripada tahun lalu.
"Those costs hit an apex in Q1," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Mattson menambahkan bahwa biaya-biaya tersebut bersifat sementara akibat ketidakefisienan dalam menjalankan beberapa jenis armada sekaligus selama masa transisi.
"We think the fundamental business contribution margin was ahead of last year’s, but for these transitory inefficiencies," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Program Signature Membership yang baru diluncurkan tujuh bulan lalu kini telah menarik lebih dari 800 anggota. Mattson menyatakan perusahaan akan terus menambah jumlah pesawat setiap bulan untuk memenuhi permintaan yang terus tumbuh.
"We’ve only been doing Signature for seven months," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Strategi pertumbuhan ke depan akan fokus pada peningkatan skala program keanggotaan dan pemenuhan kebutuhan segmen korporasi yang naik 25 persen.
"We have a plan for how many aircraft we’re going to buy every month, every quarter. Demand is ahead, so we’d be going faster," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Satu model layanan tunggal dianggap telah menyederhanakan proses bagi pelanggan korporat. Hal ini memberikan sinyal positif bagi momentum pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
"Now that it’s all clear and we’re only selling one thing, and that one thing is exactly what customers buy on the corporate side, we’re seeing very strong demand signals for what we’re doing," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Meskipun harus melaporkan angka kuartalan sebagai perusahaan publik, Mattson menegaskan fokusnya tetap pada visi jangka panjang.
"We are managing to a vision of an end state for what this business is capable of doing. So the question becomes, if we make the right decisions today, what does that look like in a couple of years and beyond?" kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Dukungan finansial terbaru mencakup pinjaman berjangka 100 juta dolar AS yang dipimpin oleh Delta Air Lines. Pihak Delta menyatakan keyakinannya terhadap jalur kemitraan yang sedang dibangun saat ini.
"Wheels Up’s momentum continues to build, and this financing reflects our confidence in the path ahead for our partnership," kata Ed Bastian, CEO Delta Air Lines.
| Indikator | Q1 2026 | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Pendapatan | 168,9 Juta USD | Turun 5% |
| Pemesanan Kotor | 267,2 Juta USD | Naik 10% |
| Rugi Bersih | 83 Juta USD | Membaik dari 99 Juta USD |
| Jumlah Armada Jet | 36 Pesawat | Naik 100% |
| On-time Performance | 82,7% | Naik 8 Poin |