WHO Ungkap Strategi Industri Rokok Incar Generasi Muda

WHO Ungkap Strategi Industri Rokok Incar Generasi Muda

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan taktik perusahaan tembakau yang memodifikasi produk nikotin menjadi lebih modern untuk menjerat generasi muda agar mengalami kecanduan.

Strategi pemasaran tersebut memanfaatkan kemasan mencolok dan aneka rasa menarik yang menyamarkan risiko bahaya kesehatan di balik desain produk yang terlihat canggih.

Data global menunjukkan minimal 40 juta anak berusia 13 hingga 15 tahun telah mengonsumsi produk tembakau, dengan rincian 20 juta anak mengisap rokok konvensional dan 15 juta lainnya menggunakan rokok elektrik.

Tren penggunaan rokok elektrik di kalangan anak-anak tercatat sembilan kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat konsumsi kelompok dewasa.

Menyikapi fenomena ini, WHO menetapkan tema "Het misleidende imago ontmaskeren – Actie ondernemen tegen nicotine- en tabaksverslaving" atau "Unmasking the misleading image – Taking action against nicotine and tobacco addiction" untuk Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei 2026.

Kampanye tersebut bertujuan membongkar cara industri tembakau memikat pengguna baru dari kalangan remaja sekaligus mengedukasi publik agar mampu menolak pengaruh produsen.

Di Vietnam, meskipun presentasi perokok pria turun dari 47,4 persen pada 2010 menjadi 38,9 persen pada 2023, ancaman baru muncul dari lonjakan penggunaan vape oleh pelajar usia 13-17 tahun yang melesat dari 2,6 persen pada 2019 menjadi 8,1 persen pada 2023.

Dampak ekonomi akibat konsumsi tembakau di negara tersebut memicu kerugian medis sebesar 108.700 miliar VND per tahun atau setara 1,14 persen PDB, ditambah biaya pencemaran lingkungan yang mencapai 99.000 milar VND.

Guna menekan angka kematian yang menyentuh 103.000 jiwa per tahun di Vietnam, WHO merekomendasikan larangan total terhadap rokok elektrik dan pembaruan aturan kawasan tanpa rokok.

Pemerintah Vietnam sendiri menargetkan penurunan jumlah perokok pria dewasa di bawah 36 persen serta pembatasan paparan asap rokok pasif di ruang publik hingga 50 persen pada tahun 2030.

Artikel terkait

Rekomendasi