PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp 4,01 miliar kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta pada Rabu (13/05/2026).
Keputusan pembagian keuntungan tersebut setara dengan 10 persen dari total laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp 40,02 miliar. Berdasarkan data yang dilansir dari Kompas, setiap pemegang saham nantinya akan menerima dividen sebesar Rp 0,46 per saham.
Pelaksanaan RUPST ini dilakukan secara hibrida melalui kehadiran fisik di WIKA Tower 2 Jakarta serta sistem elektronik EASY KSEI. Alokasi sisa laba bersih sebesar 90 persen ditetapkan sebagai cadangan lainnya untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan di masa mendatang.
Kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2025 mencatatkan angka penjualan sebesar Rp 3,59 triliun dengan perolehan total kontrak baru mencapai Rp 4,01 triliun. Manajemen menyatakan pencapaian ini merupakan hasil kerja keras di tengah kondisi sektor konstruksi yang dinilai penuh tantangan.
Selain menetapkan dividen, rapat tersebut mengesahkan perombakan pada susunan pengurus perusahaan. Pemegang saham menyetujui pemberhentian Dwi Gawan Islandhi H.B. dari jabatan Komisaris Independen yang pengundurannya telah efektif sejak Februari 2026.
Rapat juga menyepakati pemberhentian Agus Pramono dari jabatan Direktur Operasi dan Supply Chain Management serta Tjia Marwan dari kursi Komisaris. Sebagai langkah penyegaran, Andrianto dan Indriani Widiastuti diangkat sebagai Komisaris baru, sementara Noor Aljanna Fitri Gayo mengisi posisi Komisaris Independen.
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Direktur Utama | Kuntjara |
| Direktur Pemasaran dan Pengembangan | Rija Judaswara |
| Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko | Syailendra Ogan |
| Direktur Teknik dan Produksi | Verly Widiantoro |
| Komisaris | Andrianto |
| Komisaris | Indriani Widiastuti |
| Komisaris Independen | Noor Aljanna Fitri Gayo |
Langkah restrukturisasi dan pembagian dividen ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk menjaga kepercayaan investor sejak melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia pada 2014 silam.