WIKA Perkuat Likuiditas Melalui Peningkatan Margin Laba GPM 2025

WIKA Perkuat Likuiditas Melalui Peningkatan Margin Laba GPM 2025

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan penguatan fundamental keuangan melalui optimalisasi kewajiban dan efisiensi belanja setelah mencatatkan kenaikan Gross Profit Margin (GPM) menjadi 8,5 persen pada 2025. Langkah strategis ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 11 Mei 2026 di Jakarta.

Perseroan melaporkan keberhasilan menekan beban keuangan dengan menurunkan utang usaha sebesar Rp1,79 triliun serta utang berbunga senilai Rp2,08 triliun sepanjang tahun buku 2025. Selain itu, nilai piutang perusahaan tercatat menyusut sebesar Rp1,89 triliun menjadi Rp4,58 triliun sebagai hasil dari percepatan penagihan yang disiplin.

Berdasarkan laporan kinerja yang dilansir dari Antara, emiten konstruksi pelat merah ini membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun. Total kontrak yang dihadapi perusahaan mencapai Rp50,55 triliun dengan angka penjualan menyentuh Rp20,44 triliun dan total aset sebesar Rp50,15 triliun hingga akhir periode 2025.

Manajemen menjelaskan bahwa kondisi pasar industri konstruksi nasional yang melandai telah berdampak pada penerimaan kas dan perolehan kontrak baru. Merespons tantangan tersebut, WIKA menerapkan prinsip operasional yang berfokus pada kas, ramping, dan adaptif untuk masa depan melalui pengendalian belanja secara ketat.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui delapan mata acara, termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) 2025. Perseroan juga melaporkan realisasi dana hasil Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) sebesar Rp5,7 triliun dari total Rp6,08 triliun.

Selain laporan keuangan, RUPST menetapkan pendelegasian wewenang untuk Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 serta perubahan anggaran dasar. Struktur manajemen baru juga disahkan untuk memperkuat transformasi bisnis melalui tiga pilar utama: restrukturisasi komprehensif, divestasi aset non-core secara selektif, dan peningkatan operational excellence.

Susunan Pengurus PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Hasil RUPST TB 2025
JabatanNama Pengurus
Komisaris UtamaApri Artoto
Komisaris IndependenSuryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris IndependenAdityawarman
Komisaris IndependenHarris Arthur Hedar
KomisarisSuwarta
Direktur UtamaI Ketut Pasek Senjaya Putra
Direktur Manajemen SDM dan TransformasiHadjar Seti Adji
Direktur Operasi IHananto Aji
Direktur Operasi IISonny Setyadhy
Direktur Manajemen Risiko dan LegalVera Kirana
Direktur KeuanganMulyadi

Upaya divestasi aset dilakukan terhadap unit bisnis non-inti yang dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi likuiditas perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen WIKA dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberlangsungan usaha di tengah dinamika industri konstruksi yang kompetitif.

Artikel terkait

Rekomendasi