PT Wijaya Karya Raih Nilai Kontrak Baru Rp3 Triliun

PT Wijaya Karya Raih Nilai Kontrak Baru Rp3 Triliun

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp3 triliun hingga April 2025 sebagai bagian dari strategi mencapai target total sepanjang tahun 2026. Capaian ini diperoleh melalui pemfokusan selektif pada proyek bermodel pembayaran bulanan yang memberikan nilai tambah bagi perseroan, Kamis (4/6/2026).

Realisasi kinerja keuangan tersebut dilansir dari Investasi, di mana badan usaha milik negara ini menetapkan target perolehan kontrak baru secara keseluruhan mencapai Rp20 triliun pada tahun 2026. Langkah strategis ini juga diimbangi dengan peninjauan aset dan investasi secara berkala.

Pihak manajemen melakukan tata kelola yang terukur sesuai regulasi yang berlaku melalui evaluasi serta optimalisasi portofolio aset perusahaan. Penataan ini ditujukan untuk memperkuat fundamental finansial perseroan secara berkelanjutan.

"Perolehan tersebut menunjukkan tren yang positif dan sejalan dengan upaya perseroan untuk mencapai target kontrak baru tahun 2026 melalui fokus dan selektif pada proyek-proyek dengan skema monthly payment dan memberikan nilai tambah," ujar Emin, perwakilan manajemen WIKA.

Pihak internal perusahaan mengonfirmasi pelaksanaan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan guna menyelaraskan langkah bisnis dengan kebijakan pemilik saham. Upaya efisiensi dan penguatan modal terus didorong demi menciptakan ekosistem industri konstruksi yang lebih sehat.

"Sejalan dengan agenda restrukturisasi sektor konstruksi BUMN, WIKA juga mendukung kebijakan pemegang saham serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan efisiensi, dan mendukung terciptanya ekosistem BUMN Karya yang lebih sehat dan berkelanjutan," ungkap Emin, perwakilan manajemen WIKA.

Manajemen emiten konstruksi ini juga terus memantau fluktuasi nilai tukar rupiah, pergerakan suku bunga, hingga dinamika harga energi global. Faktor-faktor eksternal tersebut diantisipasi secara ketat karena berpotensi memengaruhi beban logistik, material, dan peralatan proyek.

Langkah mitigasi risiko dijalankan secara konsisten melalui pengendalian biaya operasional secara ketat dan penguatan manajemen arus kas di setiap proyek yang sedang berjalan.

"Dengan langkah-langkah tersebut, perseroan berupaya menjaga kinerja dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika ekonomi global," papar Emin, perwakilan manajemen WIKA.

Artikel terkait

Rekomendasi