WIKA Tanggung Rugi Rp483 Miliar dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

WIKA Tanggung Rugi Rp483 Miliar dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mencatatkan rugi bersih senilai Rp483,80 miliar pada kuartal I-2026 yang bersumber dari kepemilikan saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Beban keuangan ini muncul seiring keterlibatan perusahaan dalam konsorsium pemegang saham proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Data kerugian tersebut tercantum dalam laporan keuangan resmi perusahaan untuk periode tiga bulan pertama tahun 2026. Dilansir dari Kompas, emiten konstruksi pelat merah ini memegang kepemilikan saham sebesar 33,36 persen pada PT Pilar Sinergi BUMN (PSBI), yang merupakan pemegang saham mayoritas di PT KCIC.

Penugasan WIKA sebagai salah satu pemegang saham sekaligus kontraktor proyek tersebut berdampak pada performa finansial perseroan secara berkelanjutan. Sebelumnya, pada tahun 2025, WIKA melaporkan kontribusi kerugian sebesar Rp1,66 triliun sesuai porsi kepemilikannya di PT PSBI.

Tren negatif ini sudah terlihat sejak tahun 2024, di mana beban kerugian yang harus ditanggung perseroan mencapai Rp1,57 triliun. Meskipun angkanya signifikan, beban rugi dari proyek KCJB yang dipikul WIKA masih lebih rendah dibandingkan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

KAI berperan sebagai pemimpin konsorsium dan memegang porsi saham terbesar di PSBI, yakni sebanyak 58,53 persen. Berdasarkan struktur kepemilikan di PSBI, selain KAI dan WIKA, saham lainnya dimiliki oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 7,08 persen dan PTPN VIII sebesar 1,03 persen.

Struktur Kepemilikan Saham PT Pilar Sinergi BUMN (PSBI)
Pemegang SahamPorsi Kepemilikan
PT Kereta Api Indonesia (Persero)58,53%
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk33,36%
PT Jasa Marga (Persero) Tbk7,08%
PTPN VIII1,03%

Artikel terkait

Rekomendasi