PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA secara resmi merombak susunan pengurus dewan komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di WIKA Tower, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026. Dalam keputusan tersebut, I Ketut Pasek Senjaya Putra diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan posisi Agung Budi Waskito guna memimpin transformasi perusahaan konstruksi plat merah tersebut.
Selain posisi puncak, pemegang saham juga menunjuk Mulyadi sebagai Direktur Keuangan menggantikan Sumadi, serta Vera Kirana yang kini menjabat Direktur Manajemen Risiko dan Legal menggantikan Fafan Khoirul Fanani. Melalui akun media sosial resmi, manajemen perusahaan memberikan sambutan hangat atas perubahan kepemimpinan ini untuk mengawal pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.
"Keluarga besar PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengucapkan selamat bertugas kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris yang menerima amanah baru," tulis manajemen WIKA lewat unggahan Instagram @ptwijayakarya, Selasa (12/5/2026).
Pihak perusahaan juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pejabat lama, termasuk Jarot Widyoko yang sebelumnya menjabat Komisaris Utama, Rusmanto sebagai Komisaris Independen, dan Firdaus Ali sebagai Komisaris. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi mereka selama masa jabatan di emiten berkode saham WIKA tersebut.
"Serta menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris sebelumnya atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan bagi WIKA. Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa WIKA terus tumbuh, memberikan kinerja terbaik, dan melangkah berkelanjutan ke depan," ujar WIKA.
Pada jajaran dewan komisaris, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar kembali dipercaya menduduki kursi Komisaris Independen berdasarkan pembacaan Surat Pemegang Saham Seri A Dwiwarna. Harris Arthur yang juga merupakan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) ini akan bekerja bersama Apri Artoto yang ditunjuk sebagai Komisaris Utama.
“Dewan Komisaris Komisaris Utama Apri Artoto, Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo, Komisaris Independen Adityawarman, Komisaris Independen Harris Arthur Hedar dan Komisaris Suwarta,” demikian Pembacaan Surat Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam RUPST tersebut.
Agenda RUPST kali ini juga mencakup persetujuan laporan keuangan tahun 2025 serta laporan penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN). Selain pergantian pengurus, para pemegang saham turut membahas perubahan anggaran dasar perusahaan sebagai bagian dari langkah strategis tahun 2026.
| Jabatan | Nama Pengurus |
|---|---|
| Komisaris Utama | Apri Artoto |
| Komisaris Independen | Suryo Hasporo Tri Utomo |
| Komisaris Independen | Adityawarman |
| Komisaris Independen | Harris Arthur Hedar |
| Komisaris | Suwarta |
| Direktur Utama | I Ketut Pasek Senjaya Putra |
| Direktur Manajemen SDM dan Transformasi | Hadjar Seti Adji |
| Direktur Operasi I | Hananto Aji |
| Direktur Operasi II | Sonny Setyadhy |
| Direktur Manajemen Risiko dan Legal | Vera Kirana |
| Direktur Keuangan | Mulyadi |