Seorang warga negara asing (WNA) laki-laki berusia 60 tahun yang bekerja di Jakarta Pusat dinyatakan negatif Hantavirus setelah teridentifikasi sebagai kontak erat pasien dari wabah di kapal MV Hondius pada Senin (11/5/2026).
Pria berinisial KE tersebut menjalani pemeriksaan intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso (RSPI SS) usai melakukan perjalanan panjang dari Argentina hingga Afrika Selatan sebelum kembali ke Indonesia. Penelusuran riwayat perjalanan menunjukkan KE sempat berada di penginapan yang sama dengan kasus terkonfirmasi kedua di St Helena.
Dilansir dari Detik Health, pengawasan ketat dilakukan pemerintah setelah mendapatkan notifikasi resmi dari otoritas Inggris mengenai status KE sebagai kontak erat. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Andi Saguni, memberikan penjelasan mengenai interaksi yang terjadi selama perjalanan tersebut.
"Adanya kontak erat antara KE dengan kasus kedua terkonfirmasi hantavirus andes virus, di antaranya satu kapal dan duduk berdekatan saat di pesawat dari St Helena ke Johannesberg," demikian konfirmasi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Andi Saguni dalam konferensi pers, Senin (11/5/2026).
Setelah turun dari MV Hondius pada 23 April, KE melanjutkan penerbangan melalui Johannesburg dan transit di Qatar pada 30 April sebelum mendarat di tanah air. Tim medis kemudian melakukan pengambilan sampel cairan tubuh untuk memastikan kondisi kesehatan pria tersebut selama masa observasi di rumah sakit pada 9 hingga 10 Mei.
"Dilakukan pengambilan spesimen dan pemeriksaan. Hasilnya dinyatakan negatif Hantavirus (tipe HPS dan HFRS)," lanjut Andi Saguni.
Andi Saguni juga menekankan pentingnya kewaspadaan mandiri bagi masyarakat guna mencegah penularan berbagai penyakit infeksi di lingkungan tempat tinggal maupun saat bepergian.
Andi mengimbau masyarakat untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat.