PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) merencanakan penambahan empat Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru guna memperluas jangkauan operasionalnya. Langkah strategis ini mencakup KBLI 71201 Jasa Sertifikasi Teknis, KBLI 71202 Jasa Inspeksi Teknis, KBLI 71204 Jasa Pengujian Teknis, serta KBLI 72102 Penelitian dan Pengembangan Enjiniring dan Teknologi.
Dilansir dari Investasi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 22 Mei 2026. Pertemuan tersebut digelar khusus untuk memohon persetujuan dari para pemegang saham terkait ekspansi lini bisnis ini.
Rencana ekspansi kegiatan usaha ini didorong oleh potensi pemanfaatan fasilitas laboratorium pengujian bending produk Spun Pile dan CCSP milik perseroan yang telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Selain itu, langkah ini ditargetkan mampu menciptakan sumber Pendapatan Usaha (PU) baru dari sektor jasa pengujian serta sertifikasi produk.
"Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, perseroan diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi kegiatan usaha serta memperkuat posisi perseroan pada industri manufaktur beton dan konstruksi," tulis manajemen WSBP dalam prospektus yang diunggah pada 21 Mei 2026 tersebut.
Untuk mendukung operasional pengujian, WSBP memastikan telah memiliki tenaga ahli eksisting yang kompeten di bidangnya. Sementara itu, penambahan tenaga ahli untuk Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) akan dilakukan bertahap mengikuti regulasi akreditasi dan prosedur internal.
Kebutuhan biaya untuk 11 pekerja di sektor manajerial, teknis, operasional, administrasi, dan pendukung telah dialokasikan dalam beban SDM saat ini. Tambahan pengeluaran hanya diperlukan untuk posisi pengemudi operasional.
"Biaya tambahan atas posisi vacant tersebut dapat dipenuhi dari kas perseroan dan tidak memberatkan likuiditas perseroan," katanya.