Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kecantikan terus mengalami perkembangan, khususnya di kalangan Gen Z dan milenial. Seperti dikutip dari Medcom, tren perawatan kulit kini mulai bergeser dari fokus penggunaan produk luar menjadi konsep merawat kecantikan dari dalam tubuh atau beauty from within.
Pergeseran ini didorong oleh pemahaman baru bahwa kondisi kulit dipengaruhi oleh kesehatan tubuh secara menyeluruh. Faktor asupan nutrisi, keseimbangan sistem pencernaan, hingga perlindungan terhadap radikal bebas menjadi penentu utama kualitas kulit seseorang.
Merespons tren tersebut, WYCE menghadirkan produk collagen drink terbaru. Produk ini mengandalkan kandungan Korean Heartleaf (Houttuynia cordata), bahan botani yang sedang populer dalam industri kecantikan Korea Selatan karena khasiatnya untuk kulit.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Chintya Tedjaatmadja, menjelaskan bahwa indikator kulit yang sehat tidak sekadar dilihat dari tampilan yang cerah atau glowing saja.
"Definisi kulit sehat itu bukan sekadar putih atau glowing. Kulit yang sehat harus memiliki skin barrier yang kuat, kelembapan yang seimbang, serta tidak mudah mengalami iritasi," ujarnya dalam peluncuran produk di Jakarta.
Korean Heartleaf telah lama dimanfaatkan dalam industri perawatan kulit di Korea Selatan, terutama untuk menenangkan kulit sensitif serta area yang rentan berjerawat. Tanaman alami ini kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin C.
Kandungan antioksidan tersebut berfungsi melindungi jaringan kulit dari paparan radikal bebas. Menurut dr. Chintya, zat ini efektif menjaga kekuatan skin barrier, memicu proses regenerasi kulit, serta menyamarkan noda hitam dan bekas jerawat.
"Antioksidan berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit karena membantu melawan stres oksidatif yang dapat mempercepat proses penuaan kulit," jelasnya.
Selain kaya antioksidan, tanaman Heartleaf memiliki sifat antiinflamasi alami. Karakteristik ini membuat bahan tersebut sering dipakai untuk meredakan kemerahan atau peradangan pada kulit.
Konsep Gut-Skin Axis dan Kesehatan Pencernaan
Pendekatan kecantikan modern saat ini tidak hanya bertumpu pada asupan kolagen semata. Berbagai riset terbaru mulai membuktikan adanya hubungan erat antara kesehatan saluran cerna dengan kondisi kulit, yang dikenal sebagai konsep gut-skin axis.
Melalui konsep ini, keseimbangan mikrobioma pada usus terbukti memengaruhi kondisi luar kulit, termasuk tingkat hidrasi, munculnya jerawat, hingga risiko peradangan. Oleh karena itu, nutrisi kecantikan kini mulai diintegrasikan dengan dukungan bagi pencernaan.
Kondisi pencernaan yang optimal akan memaksimalkan penyerapan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi yang terserap dengan baik tersebut nantinya akan memengaruhi kesehatan sel-sel kulit.
Founder dan CEO PT Louis Renzo Cosmindo, William Krisnadi, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia saat ini mulai memandang kesehatan sebagai fondasi utama dari kecantikan. Perawatan dari dalam dinilai menjadi pelengkap yang ideal untuk rutinitas skincare harian.
"Kami melihat adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap kecantikan. Kulit yang sehat berawal dari tubuh yang sehat, sehingga pendekatan dari dalam dan luar perlu berjalan beriringan," ujarnya.
Produk baru ini mengusung kampanye #GutHealthGoodSkin untuk mengedukasi konsumen mengenai pentingnya kesehatan usus bagi kulit. Tren kecantikan holistik ini diperkirakan akan terus menguat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.