Daftar orang terkaya di Asia Tenggara kini didominasi oleh para pengusaha yang lahir di bawah naungan zodiak Taurus dan Aries. Fenomena ini terungkap berdasarkan data dari GoodStats yang dirilis pada 22 Maret 2026.
Selain menunjukkan dominasi zodiak tertentu, data tersebut memperlihatkan bahwa pengusaha asal Indonesia menguasai jajaran miliarder di kawasan ASEAN. Para konglomerat nasional ini menggerakkan berbagai sektor industri strategis, mulai dari energi, perbankan, hingga makanan.
Meski Taurus dan Aries menjadi yang paling banyak muncul, para taipan dengan zodiak lain seperti Leo, Libra, Scorpio, Cancer, hingga Pisces tetap memperkuat daftar tersebut. Keberadaan mereka menunjukkan sebaran figur sukses di Asia Tenggara, seperti dilansir dari Suara.
Posisi pertama ditempati oleh Pham Nhat Vuong yang berzodiak Leo. Ia merupakan pendiri Vingroup, konglomerasi raksasa Vietnam yang bergerak di bidang properti, teknologi, hingga otomotif melalui VinFast. Kekayaannya mencapai 7,5 miliar dolar AS atau setara Rp122 triliun.
Selanjutnya, Prajogo Pangestu mewakili zodiak Taurus sebagai pemilik Barito Pacific Group di sektor petrokimia dan energi. Data Forbes Real Time Billionaires Mei 2026 mencatat kekayaannya berada di kisaran 15,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp269 triliun, setelah sempat menyentuh 39,8 miliar dolar AS pada 2025.
Low Tuck Kwong yang berzodiak Aries dikenal sebagai pendiri Bayan Resources sekaligus "raja batu bara" Indonesia. Pengusaha di bidang tambang dan energi terbarukan ini mengantongi kekayaan 14,6 miliar dolar AS per Mei 2026, dari yang sebelumnya sempat mencapai 23,7 miliar dolar AS pada awal tahun.
Robert Budi Hartono menduduki posisi berikutnya sebagai salah satu pemilik Grup Djarum dan pemegang saham utama BCA. Berdasarkan catatan Forbes pada awal 2026, jumlah kekayaan bapak bisnis ini diperkirakan menyentuh angka 19,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp310 triliun.
Dari Thailand, Dhanin Chearavanont yang juga berzodiak Aries menjadi sosok sentral di balik CP Group atau Charoen Pokphand. Bisnisnya menggurita di bidang pangan, retail, dan telekomunikasi dengan total kekayaan bersih mencapai 12 miliar dolar AS.
Michael Bambang Hartono, pemilik zodiak Libra, mengendalikan Grup Djarum dan BCA bersama saudaranya, Budi Hartono. Nilai kekayaan Michael berada di kisaran 19,1 miliar dolar AS atau setara Rp300 triliun pada tahun 2026.
Sarath Ratanavadi yang berzodiak Cancer memimpin Gulf Energy Development selaku perusahaan energi terbesar di Thailand. Ekpansi bisnisnya yang masif di Asia Tenggara menghasilkan kekayaan total yang diperkirakan melebihi 10 bahasan miliar dolar AS.
Enrique Razon Jr. dengan zodiak Pisces menguasai jaringan pelabuhan internasional lewat International Container Terminal Services Inc atau ICTSI. Selain sektor logistik, ia berinvestasi di industri resor dan hiburan dengan kekayaan sekitar 11 miliar dolar AS.
Robert Kuok yang dijuluki "Raja Gula" Asia mewakili zodiak Libra sebagai pendiri Kuok Group dan jaringan hotel Shangri-La. Forbes Malaysia 2026 mencatat kekayaan tokoh legendaris ini mencapai 13,6 miliar dolar AS atau berkisar Rp221 triliun.
Terakhir, Anthony Salim yang berzodiak Scorpio memimpin Salim Group dengan payung bisnis besar seperti Indofood, sektor retail, hingga telekomunikasi. Total pundi-pundi kekayaannya diperkirakan berada di angka 10,5 miliar dolar AS atau setara Rp185 triliun.
Dominasi Indonesia dan Faktor Kunci Kesuksesan Bisnis
Taurus dan Aries terbukti menjadi lambang zodiak yang paling sering muncul di kalangan orang super kaya di Asia Tenggara. Kelompok Taurus diwakili oleh Prajogo Pangestu dan R. Budi Hartono, sedangkan kelompok Aries diisi oleh Low Tuck Kwong serta Dhanin Chearavanont.
Walakin, keberhasilan para konglomerat terkemuka ini tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor astrologi. Kerja keras secara konsisten, ketepatan strategi bisnis, kepekaan membaca peluang pasar, serta keberanian mengambil risiko tetap menjadi pilar utama kesuksesan finansial mereka.
Dominasi pengusaha asal Indonesia dalam daftar miliarder ASEAN ini sekaligus menegaskan besarnya pengaruh dan peran krusial sektor swasta nasional dalam menggerakkan roda perekonomian di kawasan Asia Tenggara.